Share
div id='fb-root'/>

Kaya tidak diukur dengan banyaknya harta

“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bertakwa itu dimana saja

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutkanlah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya dan berakhlaqlah dengan sesama dengan akhlaq yang baik.”(HR Tirmidzi 1987)

Mudahkan Kesulitan Saudara Kita

“Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.”(HR Muslim 2699)

Segeralah Bertaubat

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imron: 133)

Bersemangatlah untuk Beramal Shalih

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An Nahl: 97)

Showing posts with label malaikat. Show all posts
Showing posts with label malaikat. Show all posts

Sunday, June 17, 2012

Ingin Didoakan Malaikat?


Sungguh beruntung orang beriman. Diamnya pun kadang mendatangkan istighfar. Saat ia tidur, ada yang beristighfar untuknya. Para Malaikat, makhluk yang senantiasa taat, beristighfar untuk orang-orang beriman.
الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

Para Malaikat yang memikul ‘Arsy dan di sekitarnya bertasbih memuji Tuhan mereka dan beriman kepadaNya, serta memohon ampunan bagi orang-orang yang beriman seraya berkata: Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmuMu meliputi segala sesuatu. Ampunilah orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalanMu. Peliharalah mereka dari adzab neraka (Q.S Ghafir/mukmin:7)
Para Malaikat itupun juga mendoakan kenikmatan surga bagi orang beriman serta orangtua, istri, dan keturunannya
رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آَبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (8) وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (9)
Wahai Tuhan kami, masukkanlah mereka (orang-orang beriman) ke dalam surga ‘Adn yang Engkau janjikan bersama dengan ayah-ayah, istri, dan keturunan mereka yang sholih. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Peliharalah mereka dari keburukan-keburukan. Barangsiapa yang Engkau pelihara dari keburukan pada hari itu (hari kiamat) maka sesungguhnya ia telah mendapat rahmat dariMu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang agung (Q.S Ghafir/Mukmin: 8-9)

Orang-orang yang akan mendapatkan doa Malaikat tersebut adalah :
(1)  Orang yang beriman
(2)  Bertaubat kepada Allah
(3)  Mengikuti jalan Allah : mengikuti Sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam

Istighfar Para Malaikat untuk Orang-orang yang Belum Beranjak dari Tempat Sholatnya

Para Malaikat juga senantiasa beristighfar dan memohonkan rahmat kepada Allah untuk orang-orang yang belum beranjak dari tempat sholatnya.
وَالْمَلَائِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ
dan para Malaikat bersholawat (mendoakan) seseorang yang masih berada di tempat sholatnya. Malaikat itu berdoa: “Ya Allah rahmatilah ia, Ya Allah ampunilah ia, Ya Allah terimalah taubatnya”. Selama seseorang itu tidak mengganggu orang lain dan selama belum berhadats (H.R alBukhari dan Muslim)

Diamnya seseorang di tempat duduk seusai sholat berjamaah di masjid berbuah istighfar dari para Malaikat. Ya, sekedar diamnya saja. Apalagi jika ia mengisi waktu itu dengan dzikir-dzikir yang disunnahkan Nabi. Tapi, hal itu terjadi selama orang tersebut tidak mengganggu orang lain dan selama belum berhadats (belum batal wudhu’nya).
Ibnu Baththol berkata: Barangsiapa yang ingin dosanya diampuni tanpa capek hendaknya mempergunakan kesempatan berada di tempat duduk sholatnya selesai sholat untuk mendapatkan banyak doa dan istighfar dari para Malaikat. Dalam kondisi seperti sangat besar peluang doa mereka dikabulkan (Tuhfatul Ahwadzi (2/245))

Istighfar Para Malaikat untuk Orang yang Menjenguk Orang Sakit

مَا مِنْ رَجُلٍ يَعُودُ مَرِيضًا مُمْسِيًا إِلَّا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ وَمَنْ أَتَاهُ مُصْبِحًا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُمْسِيَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ
Tidaklah seseorang menjenguk orang sakit pada sore (malam) hari kecuali 70 ribu Malaikat keluar beristighfar untuknya sampai pagi hari dan ia berada di taman surga. Barangsiapa yang menjenguknya di waktu pagi 70 ribu Malaikat akan keluar beristighfar untuknya sampai sore (malam) hari dan ia berada di taman surga (H.R Abu Dawud, atTirmidzi)
Hadits tersebut menunjukkan keutamaan menjenguk saudara muslim yang sakit. Jika ia menjenguk di awal pagi, istighfar dari para Malaikat itu lebih lama ia dapatkan dibandingkan di akhir siang. Demikian juga perbandingan menjenguk di waktu awal malam dengan di akhirnya.
(dinukil dari Buku “Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat karya Abu Utsman Kharisman hal 61-64)

Oleh Ustadz Kharisman


salafy.or.id


Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-pesan-peringatan-hak-cipta.html#ixzz1iGyhTDSY

Thursday, December 29, 2011

Malaikat Pendamping

Malaikat Pendamping

Malaikat Pendamping

Pertanyaan:
Apakah benar manusia memiliki dua pendamping? Yang pertama dari golongan malaikat dan yang kedua dari golongan jin? Kemudian apakah ada orang-orang yang bisa berkomunikasi dengan malaikat pendamping manusia tersebut ?
Dari:  Ramadi

Jawaban:

Malaikat Pendamping

Bismillah
Dalam surat Ar-Ra’d, Allah berfirman,
لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللهِ
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ibnu Abbas menjelaskan,
هم الملائكة يحفظونَهُ بأمرِ الله ، فإذا جاء القدر خَلُّوْا عنه
“Mereka adalah para malaikat yang menjaga manusia dengan perintah Allah, jika ada takdir yang akan menimpanya maka malaikat ini menyingkir darinya” (Tafsir At-Thabari, no.20217)
Hal yang sama juga dijelaskan ahli tafsir dari kalangan Tabi’in, Imam Mujahid. Beliau menjelaskan ayat ini
مع كل إنسان حَفَظَةٌ يحفظونه من أمر الله
“Pada masing-masing manusia ada seorang malaikat penjaga. mereka menjaga orang tersebut dengan perintah Allah” (Tafsir Ath-Thabari, no. 20214)
Disamping itu, ada juga jin yang selalu menyertai manusia, yang disebut jin qarin. Sebagaimana yang pernah dijelaskan di: http://konsultasisyariah.com/mengenal-jin-qorin
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-pesan-peringatan-hak-cipta.html#ixzz1iGyhTDSY

Saturday, December 3, 2011

Nama-Nama Julukan Bagi Para Malaikat


Masjid 66
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
Nama-nama Malaikat telah banyak disebutkan dalam al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Secara umum, nama-nama Malaikat ini dibagi menjadi dua kelompok, yakni
  1. Nama-nama umum atau nama julukan yang Allah Ta’alaberikan kepada para Malaikat-Nya yang mulia
  2. Nama-nama khusus, seperti Jibril, Mikail, Malaikat Maut, dan yang lainnya.
Berikut ini adalah nama-nama umum untuk para Malaikat yang disebutkan dalam al-Qur’an. Semoga bermanfaat.
Pertama:  الرُّسُلُ Ar-Rusul (utusan)
Allah Ta’ala menamai para Malaikat-Nya dengan ar-rusul (utusan) dalam banyak ayat. Diantaranya adalah firman-Nya:

اَللهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلاَئِكَةِ رُسُلاً وَمِنَ النَّاسِ إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ (75)

“Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. al-Hajj: 75)

الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلاَئِكَةِ رُسُلاً … (1)

“Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan).” (QS. Al-Fathir: 1)

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَ (31)
قَالُوْا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمٍ مُجْرِمِيْنَ (32)
لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِيْنٍ (33)

Ibrahim bertanya, “Apakah urusanmu, wahai para utusan?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth). Agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 31-33)
Dan masih ada lagi ayat-ayat lainnya yang semakna dengan ayat di atas.
Kedua: السَّفَرَةُ As-Safaroh (duta)
Allah Ta’ala juga menamai Malaikat-Nya dengan as-safaroh (duta), sebagaimana dalam firman-Nya:

بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (15) كِرَامٍ بَرَرَةٍ (16)

“Di tangan para utusan (Malaikat). Yang mulia lagi berbakti.” (QS. ‘Abasa: 15-16)
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ،
وَمَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهُوَ عَلَيْهِ شَدِيْدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ

“Perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an dan menghafalnya adalah dia sedang bersama para duta (Malaikat) yang mulia. Sedangkan perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an dengan sungguh-sangguh dan mengalami kesulitan (dalam membacanya) adalah dia mendapatkan dua pahala.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhori, IV/1882 dan Muslim, I/55)
Dalam redaksi yang lain disebutkan:

أَلْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ،
وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan bersama bersama para duta (Malaikat) yang mulia lagi terpuji. Adapun orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan sulit membacanya, maka baginya dua pahala.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4937 dan Muslim, no. 798).
Ibnu Jarir ath-Thobari rahimahullah mengatakan, “Yang benar, maksud as-safaroh adalah para Malaikat. As-safaroh sendiri berarti duta antara Allah Ta’ala dan makhluk-Nya. Dikatakan -dalam bahasa Arab- bahwa as-Safiir adalah orang yang berusaha mendamaikan dan melakukan kebaikan di antara manusia.” (Tafsiir Ibnu Jarir, XXX/54. Lihat pula Ma’aanil Qur’an, karya al-Farraa’, III/236).
Ketiga: الْجُنُوْدُ Al-Junuud (pasukan)
Di antara nama Malaikat yang shohih adalah al-junuud (pasukan), sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

ثُمَّ أَنْزَلَ اللهُ سَكِيْنَتَهُ عَلَى رَسُوْلِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ
وَأَنْزَلَ جُنُوْدًا لَمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا
وَذَلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِيْنَ (26)

“Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.” (QS. At-Taubah: 26)

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آَمَنُوا اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُوْدٌ
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا وَجُنُوْدًا لَمْ تَرَوْهَا
وَكَانَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرًا (9)

“Hai orang-orang yang beriman, ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikurniakan) kepadamu ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ahzaab: 9)
Para ahli tafsir menjelaskan bahwa al-junuud (pasukan) yang Allah Ta’ala turunkan untuk orang-orang Mukmin dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah para Malaikat. (Tafsir Ibni Katsir, II/346)
Banyak hadits yang menunjukkan bahwa bala tentara yang tidak mereka lihat itu tidak lain adalah Malaikat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

فَذَهَبْتُ فَدَخَلْتُ فِي الْقَوْمِ وَالرِّيْحُ وَجُنُوْدُ اللهِ تَفْعَلُ مَا تَفْعَلُ

“Aku pun pergi dan menyusup ke kelompok musuh, sedang ketika itu angin dan pasukan Allah sedang melakukan sesuatu.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, V/392, dengan sanad yang shohih).
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan,

فَلَمَّا رَجَعَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْخَنْدَقِ
وَضَعَ السِّلاَحَ فَاغْتَسَلَ
فَأَتَاهُ جِبْرِيْلُ وَهُوَ يَنْفُضُ رَأْسَهُ مِنَ الْغُبَارِ،
فَقَالَ: وَضَعْتَ السِّلاَحَ؟ وَاللهِ مَا وَضَعْنَاهُ.

“Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dari perang Khondaq, beliau meletakkan senjatanya lalu mandi. Kemudian datanglah Jibril dan ketika itu sedang membersihkan kepalanya dari debu. Jibril mengatakan, “Engkau meletakkan senjata? Demi Allah, kami (para Malaikat) belum meletakkannya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, IV/1510 dan Muslim, III/1389).
Keempat: الْمَلَأُ اْلأَعْلاَ Al-Mala-ul A’laa (kelompok yang mulia lagi tinggi)
Al-Mala-ul A’laa termasuk di antara nama yang Allah Ta’ala berikan kepada Malaikat, sebagimana firman-Nya:

لاَ يَسَّمَّعُوْنَ إِلَى الْمَلَإِ الأَعْلَى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ (8)

“Syaithon syaithon itu tidak dapat memperdengarkan (pembicaraan) para Malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.” (QS. Ash-Shaaffaat: 8)

مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍ بِالْمَلَإِ الأَعْلَى إِذْ يَخْتَصِمُوْنَ (69)

“Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-Mala-ul A’la (Malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.” (QS. Shaad: 69).
Al-Mala’ artinya adalah kelompok. Allah Ta’ala menisbatkan sifat a’la (tinggi) kepada para Malaikat karena mereka termasuk penghuni langit. Jadi, maksud al-Mala-ul A’la adalah para Malaikat. Kata al-Mala’ sendiri sebenarnya ditujukan kepada setiap kelompok yang telah bersepakat atas suatu hal. Akan tetapi, kata al-Mala-ul A’la khusus digunakan untuk Malaikat dan tidak dipergunakan untuk selainnya.
Kelima: الأَشْهَادُ Al-Asyhaad (para saksi)
Di antara julukan yang Allah Ta’ala berikan kepada para Malaikat adalah Al-Asyhaad, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللهِ كَذِبًا أُولَئِكَ يُعْرَضُوْنَ عَلَى رَبِّهِمْ
وَيَقُوْلُ اْلأَشْهَادُ هَؤُلاَءِ الَّذِيْنَ كَذَبُوْا عَلَى رَبِّهِمْ
أَلاَ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الظَّالِمِيْنَ (18)

“Dan siapakah yang lebih zholim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Rabb mereka, dan para saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka.” Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zholim.” (QS. Huud: 18)
Al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Al-Asyhaad (para saksi) adalah para Malaikat.” (Tafsiir al-Qurthubi,IX/18)
Ibnu Jarir rahimahullah mengatakan, “Al-Ashaad adalah jamak dari syaahid, sebagaimana halnya al-Ashhaab merupakan bentuk jamak dari shaahib. Ia meriwayatkan dengan sanadnya dari Mujahid, Qatadah, dan al-A’masy bahwa yang dimaksud dengan al-Asyhaad adalah Malaikat.” (Tafsiir Ibni Jarir, XII/20)
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ آَمَنُوْا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُوْمُ الأَشْهَادُ (51)

“Sesungguhnya Kami menolong Rasul-Rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (pada hari Kiamat).” (QS. Al-Mu’min: 51)
Ibnu Katsir mengatakan, “Al-Asyhaad adalah Malaikat.” (Tafsiir Ibni Katsir, IV/84)
Demikianlah penjelasan nama-nama umum atau julukan yang Allah Ta’ala berikan kepada para Malaikat-Nya. Apabila kita mengkaji al-Qur’an lebih dalam, mungkin saja kita akan mendapatkan nama-nama yang bersifat umum lainnya.
Nas alullaaha wal 'aafiyah.
attaubah.com

Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-pesan-peringatan-hak-cipta.html#ixzz1iGyhTDSY

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More