Share
div id='fb-root'/>

Kaya tidak diukur dengan banyaknya harta

“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bertakwa itu dimana saja

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutkanlah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya dan berakhlaqlah dengan sesama dengan akhlaq yang baik.”(HR Tirmidzi 1987)

Mudahkan Kesulitan Saudara Kita

“Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.”(HR Muslim 2699)

Segeralah Bertaubat

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imron: 133)

Bersemangatlah untuk Beramal Shalih

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An Nahl: 97)

Showing posts with label impian. Show all posts
Showing posts with label impian. Show all posts

Monday, December 5, 2011

Mampu Menggauli 100 Bidadari

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ , هَلْ نَصِلُ إِلَى نِسَائِنَا فِي الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ: «إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصِلُ فِي الْيَوْمِ إِلَى مِائَةِ عَذْرَاءَ»
Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata: diantara para sahabat ada yang bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan bertemu dengan istri kami kelak di surga?’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: “Seorang lelaki dalam sehari akan bertemu (baca:berjima’) dengan 100 bidadari” (HR. Al Bazzar dalam Musnad-nya 3525, Abu Nu’aim dalam Shifatul Jannah 169, Ath Thabrani dalam As Shaghir, 2/12)
Dalam riwayat lain:
قيل : يا رسول الله هل نفضي إلى نسائنا في الجنة ؟ قال : إن الرجل ليفضي في اليوم إلى مائة عذراء
Wahai Rasulullah, apakah kami akan berjima’ dengan istri-istri kami di surga kelak? Sungguh seorang lelaki dalam sehari akan berjima’ dengan 100 bidadari
Derajat Hadits
Al Hafidz Ibnu Katsir men-shahih-kan hadits ini (Tafsir Ibni Katsir, 3/292). Al Maqdisi berkata: “Menurutku, semua perawinya tsiqah sesuai dengan syarat hadits shahih”. Al Albani berkata: “Aku sependapat dengan Al Hafidz Ibnu Katsir, dan itulah yang benar. Sanad hadits ini shahih dan kami tidak mengetahui adanya catat di dalamnya. Namun memang Abu Hatim dan Abu Zur’ah memiliki pandangan berbeda” (Silsilah Ahadits Shahihah, 1/708)
Faidah Hadits
  1. Adanya surga dan kenikmatan di dalamnya
  2. Adanya bidadari di surga
  3. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengetahui sebagian perkara gaib, sebatas yang dikabarkan oleh Allah kepada beliau.
  4. Salah satu kenikmatan surga adalah seorang lelaki memiliki kekuatan menggauli 100 wanita dalam sehari. Sebagaimana dalam hadits lain:
    إن الرجل من أهل الجنة يعطى قوة مائة رجل في الأكل والشرب والشهوة والجماع
    Sungguh seorang lelaki penduduk surga diberi kekuatan sebagaimana 100 orang lelaki, dalam hal makan, minum, syahwat dan jima’“(HR. Ahmad no.18509. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Mawarid 2230)
  5. Andai 100 wanita digauli dalam sehari maka tentu lelaki penghuni surga  tersebut sangat sibuk. Demikianlah salah satu kesibukan penduduk surga. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala:
    إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
    Sungguh para penduduk surga itu dalam kesibukan yang menyenangkan” (QS. Yasin: 55)
    Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Sa’id bin Musayyib, Ikrimah, Al Hasan Al Bashri, Qatadah, Al A’masy, Sulaiman At Taimi, Al Auza’i semuanya menafsirkan bahwa yang dimaksud ayat ini adalah mereka sibuk menggauli para perawan. (Tafsir Ibni Katsir, 6/582)
  6. Istri shalihah di dunia akan menjadi istri di surga kelak bagi lelaki shalih. Jika seorang lelaki pernah menikah beberapa kali atau ia berpoligami, maka semua istrinya di dunia akan menjadi istrinya di surga kelak. Sedangkan bila seorang wanita pernah menikah beberapa kali di dunia, maka lelaki yang menjadi suaminya adalah yang terakhir. Sebagaimana hadits:
    أن حذيفة قال لزوجته: إن شئت تكوني زوجتي في الجنة فلا تزوجي بعدي، فإن المرأة في الجنة لآخر أزواجها في الدنيا
    Hudzaifah berkata kepada istrinya: ‘Kalau engkau ingin menjadi istriku di surga kelak, maka jangan menikah lagi sepeninggalku. Karena seorang wanita di surga akan menjadi istri dari suaminya yang terakhir di dunia‘” (HR. Al Baihaqi, no.13421)
  7. Selain beristrikan wanita yang menjadi istrinya di dunia, lelaki penghuni surga juga akan beristrikan bidadari-bidadari surga. Sebagaimana firman Allah:
    كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ
    Demikian juga kami nikahkan mereka dengan para bidadari surga” (QS. Ad Dukhan: 54)
  8. Para ulama mengatakan, hadits ini bukan menunjukkan bahwa jumlah istri penduduk surga adalah 100. Melainkan hanya menunjukkan kemampuan jima’ para lelaki penduduk surga, yaitu sebagaimana kekuatan 100 orang lelaki. Mengenai jumlah istri, kebanyakan penduduk surga memiliki dua istri:
    أول زمرة تلج الجنة صورتهم على صورة القمر ليلة البدر ، لا يبصقون فيها ولا يمتخطون ولا يتغوطون ، آنيتهم فيها الذهب ، أمشاطهم من الذهب والفضة ، ومجامرهم الألوة ، ورشحهم المسك ، ولكل واحد منهم زوجتان
    Rombongan yang pertama kali masuk surga berbentuk rembulan di malam purnama. Mereka tidak akan meludah, tidak akan berdahak, dan tidak akan buang air di dalamnya. Bejana-bejana dan sisir-sisir mereka terbuat dari emas dan perak. Tempat bara api mereka terbuat dari kayu wangi. Keringat mereka adalah minyak kesturi. Setiap mereka memiliki dua istri..” (HR. Al-Bukhari no. 3245 dan Muslim no. 5065)
    Adapun para syuhada, beristrikan 72 bidadari kelak di surga:
    للشهيد عند الله ست خصال : يغفر له في أول دفعة ويرى مقعده من الجنة ، ويجار من عذاب القبر ، ويأمن من الفزع الأكبر ، ويوضع على رأسه تاج الوقار ، الياقوتة منها خير من الدنيا وما فيها ، ويزوج اثنتين وسبعين زوجة من الحور العين ، ويشفع في سبعين من أقاربه
    Orang yang mati syahid di sisi Allah akan diberi enam keutamaan: Allah mengampuni dosanya ketika pertama kali darahnya keluar, ia dapat melihat tempat duduknya kelak di surga, ia dijauhkan dari adzab kubur, ia mendapat keamanan tatkala hari kebangkitan, di kepalanya ia memakai mahkota kehormatan berhias batu rubi yang lebih baik dari dunia dan seisinya, ia dinikahkan dengan 72 bidadari, ia dapat memberi syafa’at kepada 70 orang kerabatnya” (HR. At Tirmidzi no 1663, ia berkata: “Hasan Shahih Gharib”)
  9. Jika kita renungkan, sungguh betapa malangnya para pezina dan para pengumbar syahwat ke tempat yang tidak halal. Mereka menukar kenikmatan yang luar biasa dengan kenikmatan sesaat yang hina di dunia.
  10. Salah satu benteng pertahanan seorang lelaki muslim dari dosa zina adalah dengan mengingat-ingat kenikmatan syahwat di surga dan berusaha istiqamah untuk mendapatkannya.

Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-pesan-peringatan-hak-cipta.html#ixzz1iGyhTDSY

Sunday, November 27, 2011

Sekarang dan Masa Depan


Segala puji bagi Allah, Yang merajai pada hari pembalasan. Salawat dan keselamatan semoga selalu terlimpah kepada Rasul akhir zaman, yang mengajak meniti jalan yang lurus menuju negeri keabadian yang dengan penuh kenikmatan.Amma ba’du.
Seringkali kita tertipu oleh pandangan sekilas. Sesuatu -yang belum jelas- menjadi tergambar indah dan menyenangkan dengan sekilas pandangan, padahal hanya sekilas saja. Namun, kalau diteliti dan dicermati dampak-dampaknya serta ujung-ujungnya, maka kebalikannya justru yang dijumpai; kesedihan, penyesalan dan penderitaan berkepanjangan. Subhanallah!
Oleh sebab itu, saudaraku… kehidupan dunia dengan seabrek tipuan dan sejuta kepalsuan ini tidak selayaknya melupakan seorang muslim akan hakekat yang sebenarnya dari hidup yang dijalaninya. Kita yakini bersama, hidup kita di alam dunia ini pasti berakhir, tidak kekal selamanya. Setelah itu, kita akan memasuki alam akherat… Ya, alam pembalasan pahala atau penjatuhan hukuman! Maka, kita harus cerdik dan sabar. Cerdik dalam menyikapi segala macam kepalsuan tersebut agar kita tidak tertipu olehnya. Dan sabar dalam menahan godaan yang menggiurkan dari para penebar kebatilan.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “(Allah) Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang terbaik amalnya.” (QS. al-Mulk: 2). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan kehidupan dunia tidak lain adalah kesenangan yang palsu.” (QS. al-Hadid: 20). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. al-Jumu’ah: 8). Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga begitu saja, sementara Allah belum mengetahui (membuktikan) siapakah orang-orang yang bersungguh-sungguh di antara kalian dan mengetahui siapakah orang-orang yang bersabar.” (QS. Ali Imran: 142)
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Keberuntungan paling besar di dunia ini adalah kamu menyibukkan dirimu di sepanjang waktu dengan perkara-perkara yang lebih utama dan lebih bermanfaat untukmu kelak di hari akherat. Bagaimana mungkin dianggap berakal, seseorang yang menjual surga demi mendapatkan sesuatu yang mengandung kesenangan hanya sesaat? Orang yang benar-benar mengerti hakekat hidup ini akan keluar dari alam dunia dalam keadaan belum bisa menuntaskan dua urusan; menangisi dirinya sendiri -akibat menuruti hawa nafsu tanpa kendali- dan menunaikan kewajiban untuk memuji Rabbnya. Apabila kamu merasa takut kepada makhluk maka kamu akan merasa gelisah karena keberadaannya dan menghindar darinya. Adapun Rabb (Allah) ta’ala, apabila kamu takut kepada-Nya niscaya kamu akan merasa tentram karena dekat dengan-Nya dan berusaha untuk terus mendekatkan diri kepada-Nya.” (al-Fawa’id, hal. 34)
Ketahuilah wahai saudaraku -semoga Allah membimbing kita di atas jalan-Nya- tiada bahagia tanpa takwa kepada-Nya. Sementara, takwa itu mencakup tiga tingkatan:
  1. Menjaga hati dan anggota tubuh dari perbuatan dosa dan keharaman. Apabila seseorang  melakukan hal ini hatinya akan tetap hidup.
  2. Menjaga diri dari perkara-perkara yang makruh/dibenci. Apabila seseorang melakukan hal ini hatinya akan sehat dan kuat.
  3. Menjaga diri dari berlebih-lebihan -dalam perkara mubah- dan segala urusan yang tidak penting. Apabila seseorang melakukan hal ini hatinya akan diliputi dengan kegembiraan dan sejuk dalam menjalani ketaatan (lihat al-Fawa’id, hal. 34). Allahul musta’aan.

Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-pesan-peringatan-hak-cipta.html#ixzz1iGyhTDSY

Friday, October 28, 2011

Bagaimana Cara menjadi Bill Gates?

a

Di dunia ini sudah banyak sekali buku-buku atau seminar yang memaparkan kiat-kiat atau rahasia menjadi seseorang pakar (baca: expert). Entah sudah berapa jumlahnya. Tapi di tahun 2008, seorang mantan reporter Washington Post menerbitkan sebuah buku yag bercerita tentang isu di atas. Judulnya "Outliers: Rahasia Menuju Sukses". Entah sebuah kebetulan atau bukan, buku ini ternyata sukses juga menjadi international best seller di banyak negara, termasuk Indonesia.
Kantor Microsoft. 10 ribu jam!

Sampai saat tulisan ini dibuat, buku ketiga Malcolm Gladwell ini telah naik cetak sebanyak empat kali di negeri kita. Sebuah pencapaian yang apik untuk buku non fiksi terjemahan. Penulisnya, walaupun sampai saat ini masih sering dperdebatkan, dengan sangat apik menceritakan tentang resep-resep sukses beberapa figur terkenal - yang kebetulan juga dianggap pakar di bidang masing-masing - di atas bumi ini. Salah satunya adalah Bill Gate.

Sebelum masuk ke cerita tentang Bill Gate, penulis ingin menyelipkan intro dulu..... 

Oleh-oleh dari Semarang

Sewaktu mendapat kesempatan mengikuti studi banding ke Kota Semarang bulan Juni lalu, penulis menyempatkan diri mampir ke Toko Buku Gramedia yang ada di sana. Kebetulan hotel yang kami tempati saat itu, Hotel Amaris, berada di gedung yang sama dengan jaringan toko buku terbesar di Indonesia ini. Mungkin karena faktor ini, tidak tanggung-tanggung, ketika berada di sana, penulis memborong empat buku sekaligus yang semuanya merupakan buah karya dari seorang penulis buku-buku non-fiksi laris, Malcolm Gladwell. Salah satu diantara buku ini berjudul "Outliers: Rahasia di Balik Sukses", yang menurut penulis mengandung informasi sekaligus pengetahuan yang layak untuk diangkat ke sidang pembaca pengusahamuslim.com tercinta. Buku-buku lainnya sejatinya juga mengandung informasi dan pengetahuan yang insyaallah sangat layak untuk diangkat di situs kita ini. Tapi itu nanti. Sekarang kita fokus dulu ke salah satu pengusaha paling terkenal sepanjang sejarah umat manusia, Bill Gate.

Sebuah teori bernama "Kaidah 10 ribu jam"

Kandungan yang penulis maksudkan adalah tentang kaidah 10.000 jam (baca: 10.000 hours rules) yang diletakkan sebagai bab 2 di dalam buku tersebut. Menurut Malcolm Gladwell, yang pernah bekerja sebagai reporter untuk harian Washington Post, untuk menjadi orang yang sukses, seseorang atau sekelompok orang harus berani dan rela berkorban untuk mengasah kemampuan dan keahliannya selama kurang lebih 10.000 jam. Yup, tepat sekali. Jumlah jam itu setara dengan bekerja selama 24 jam per hari selama kurang lebih 417 hari non stop atau bekerja sebanyak 8 jam per hari selama 1.250 hari atau 3,5 tahun non stop (baca: tanpa hari libur di hari Sabtu dan Minggu). Bagaimana, ada yang sanggup?

Subhanallah, ternyata ada!

Sebuah dongeng tentang "keberuntungan" Bill Gate

Dalam bukunya, Gladwell menceritakan dengan sangat ciamik bagaimana perjuangan dan ketekunan seorang Bill Gate. Di dalam buku setebal 339 halaman itu, Gladwell menganggap bahwa kesuksesan Bill Gate ditentukan oleh tiga faktor; (1) tanggal lahir, (2) bakat, dan (3) kerja keras. Sebagai seorang muslim, sebenarnya saya kurang tertarik untuk membahas faktor nomor (1) dan (2). Jadi dalam tulisan ini, saya akan mencoba untuk mengungkit-ungkit faktor terakhir, yakni KERJA KERAS.

Hari gini, hampir semua orang tahu siapa Bill Gate alias William Henry Gate III. Bill Gate adalah pendiri Microsoft, Inc., perusahaan di balik Microsoft Windows dan Microsoft Office, dua aplikasi yang mungkin paling banyak terinstal di komputer manapun di seluruh dunia. Termasuk di laptop yang penulis pakai untuk menulis artikel ini (penulis memakai Windows 7 Home Premium yang sudah terinstal di Laptop Axioo sejak pertama kali membelinya secara kredit tanggal 1 Juli lalu). Gladwell mengisahkan perjuangan Bill membangun perusahaannya tidak dari periode ketika ia mulai bertemu Paul Allen atau Steve Ballmer - rekan Gate sewaktu pertama kali merintis Microsoft. Pun tidak juga ketika sang putra seorang pengacara kaya ini sudah masuk dan diterima kuliah di Harvard. Noupe! Tapi sejak ia pindah sekolah!
SMA Lakeside dan ASR-33 Teletype
q

ASR-33 Teletype; laptop yang cukup bagus untuk pelajaran pertama pemrograman!
Semuanya berawal ketika Bill Gate pindah dari sekolah negeri ke sekolah swasta ternama di Seattle, Lakeside. Di sekolah barunya, yang dihuni oleh siswa-siswa dari keluarga kaya, Gate beruntung karena pada tahun 1968 sekolah tersebut membeli sebuah terminal komputer merk ASR-33 Teletype yang bisa digunakan bersama-sama serta terhubung dengan sebuah komputer mainframe di pusat kota Seattle. Penulis buku menyebut Gate beruntung karena Pada tahun 1960an, masih banyak universitas di Amerika Serikat yang belum punya komputer. Atau kalaupun ada, ternyata tidak semuanya sudah secanggih terminal yang dibeli oleh Lakeside. Dengan fasilitas ini, Gate muda sudah bisa melatih sendiri kemampuan pemrograman (programming) selama berjam-berjam lamanya, bahkan di saat masih banyak mahasiswa ketika itu yang semasa hidupnya belum pernah menyentuh komputer atau sejenisnya.

Perlu dicatat juga bahwa beberapa mahasiswa atau pemrogram lainnya yang mungkin bernasib tidak sebaik Bill Gate adalah mereka yang di kala itu masih memprogram dengan menggunakan sesuatu yang disebut punch card. Membandingkan pemrograman menggunakan ASR-33 Teletype dengan komputer berbasis punch card adalah seperti membandingkan kecepatan sebuah mobil ferrari dengan sebuah becak atau kereta sapi. Ehem ...

Perlu dicatat juga bahwa beberapa mahasiswa atau pemrogram lainnya yang mungkin bernasib tidak sebaik Bill Gate adalah mereka yang di kala itu masih memprogram dengan menggunakan sesuatu yang disebut punch card. Membandingkan pemrograman menggunakan ASR-33 Teletype dengan komputer berbasis punch card adalah seperti membandingkan kecepatan sebuah mobil ferrari dengan sebuah becak atau kereta sapi. Ehem ...

Menguji aplikasi untuk C-Cubed 


Setelah kenyang dengan ASR-33 Teletype milik Lakeside, kesempatan kedua Bill Gate untuk belajar pemrograman datang dari sebuah perusahaan dengan nama C-Cubed - yang kebetulan dimiliki oleh salah satu wali murid teman Bill Gate di Lakeside. Kali ini Bill Gate muda bersama teman-temannya mendapat tugas khusus, yakni menguji aplikasi milik C-Cubed. Bill melakukan ini sampai C-Cubed bangkrut. Pengalaman di C-Cubed tentunya lagi-lagi menambah jam terbang pemrograman Bill Gate sendiri.

2

Dahulunya Bill Gates tidak berkantor di tempat seindah ini.

Proyek Bill berikutnya: software otomatisasi gaji

Kalau sebelumnya Gate cuma bermain dan menguji aplikasi, kali ini ia benar-benar harus menyelesaikan sebuah proyek penting yakni membuat software otomatisasi gaji untuk ISI (Information Science Inc.) Sebagai imbalannya, Gate tidak mendapatkan uang yang banyak, tetapi setidaknya ia kembali mendapatkan jatah menggunakan komputer ISI secara gratis. Terhitung, Bill Gate dan teman-teman SMA-nya sudah menghabiskan tidak kurang dari 1.575 jam "bermani-main" dengan mainframe milik ISI. Dan ini tentunya hanya akan menambah kemahiran Bill Gate saja dalam pemrograman.

Kenapa Bill Gate seringkali menyumbang ke University of Washington

Konon, setelah selesai dengan ISI, Bill Gate melanjutkan proses belajar mandirinya di University of Washington (UoW). Di Universitas yang jaraknya tidak jauh dari rumah Bill ini, ia dan Paul Allen - rekan Gate ketika mendirikan Microsoft - seringkali menghabiskan waktu antara jam 3 AM - 6 AM untuk menggunakan komputer yang ada di pusat kesehatan dan departemen fisika. Gate memang layak dicap "Gila Komputer" karena ia dan Paul Allen betah melakoni kegiatan ini meski pada saat seharusnya mereka tidur atau istirahat. Nah, sekarang barulah terungkap kenapa Bill sampai sering sekali menyumbang ke University of Washington.

Gate's next step: TRW

Sehabis C-Cubed dan UoW, Gate kembali dinaungi keberuntungan. Kali ini proyek baru datang dari sebuah perusahaan dengan nama TRW. Tugas Bill adalah membantu seorang bernama John Norton untuk membangun sebuah sistem komputer yang akan digunakan oleh sebuah pembangkit tenaga listrik di wilayah Washington bagian selatan. Gate mengerjakan proyek ini sepanjang musim panas ketika ia sudah memasuki akhir SMA-nya. Dan tampaknya ia berhasil.

Dua tahun di Harvard

Di Harvard, Gate memang mengambil jurusan di Bidang Hukum. Tapi coba tebak apa yang dicintainya? Komputer. Tepat sekali. Bahkan setelah masuk di jurusan bergengsi di Universitas nomor satu di dunia pun, Bill Gate tetap tidak bisa meninggalkan komputer. Keberadaannya di Harvard malah tambah membuat Bill lebih jago dalam pemrograman. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk cabut dari Harvard untuk kemudian keluar dan mendirikan perusahaan kecil bernama ..... Microsoft.

Total waktu belajar Bill Gate

Bila kita merunut perjumpaan seorang Bill Gate dengan komputer; dimulai sejak ia masih duduk di kelas delapan sampai ia keluar dari Harvard, maka kita akan mendapati bahwa Bill Gate ternyata sudah membenamkan dirinya dengan dunia pemrograman selama kurang lebih tujuh tahun. Dan dalam tujuh tahun itu, tampaknya 10.000 ribu jam adalah waktu yang sudah ada dalam genggamannya. Dengan kata lain, bila kita yakin bahwa teori 10.000 jam adalah benar adanya, seharusnya Bill Gate akan sukses menjadi seorang pakar di bidangnya suatu hari nanti.

36 Tahun kemudian

Seharusnya Anda sudah tahu sendiri apa yang terjadi pada Bill Gate bukan? Konon, saking kayanya seorang Bill, setiap kali ia terbangun dari tidurnya, hartanya akan bertambah banyak sebesar $20 juta. Saya sendiri masih kurang mempercayai kabar aneh ini. Tapi untuk seseorang dengan kekayaan - yang berhasil dicatat - sebesar $58 Miliar saya pikir jumlah $20 Juta/hari bukanlah sesuatu yang aneh. 

Jadi bagaimana caranya menjadi Bill Gate?

Sederhana saja. Bila Anda ingin sukses seperti Bill Gate atau paling tidak mendekati kesuksesan yang sudah diraih seorang Bill Gate, maka sebaiknya Anda harus bertanya dulu pada diri sendiri, "maukah saya berjuang selama 10 ribu jam untuk sesuatu yang saya cintai sehingga saya menjadi pakar di dalamnya?" Mau tidak ya akhi/ukhti?

Kita boleh saja tidak terlahir dan hidup di lingkungan seperti Seattle atau Silicon Valley dengan kampus-kampus topnya. Kita boleh juga tidak terlahir di tahun 1955 yang konon dianggap oleh Gladwell sebagai tahun paling ideal untuk menjadi seorang pakar sekaligus praktisi di dunia teknologi informasi. Atau bahkan, kita mungkin saja tidak terlahir dengan bakat luar biasa seperti yang sudah Allah karuniakan kepada Bill Gate - konon Bill berhenti dari sekolah negeri karena ia menganggap sekolah tersebut sudah tidak menantang lagi untuknya. Tapi ada satu faktor yang bisa kita samai dari Bill Gate; KERJA KERAS! Saya rasa frasa ini bukanlah monopoli seorang Bill atau ras atau bangsa atau agama tertentu. KERJA KERAS - yang digambarkan dengan indah melalui istilah "10 ribu jam" - adalah sebuah pintu yang bisa dibuka oleh hampir semua manusia di muka bumi. Termasuk saya, Anda, istri Anda, anak-anak Anda, tetangga Anda, atau siapapun mereka. Semua bisa melakukan itu: KERJA KERAS!

Ah, Si Bill Gate itu cuma jago di bidang manajemen saja kok

Di luar sana, mungkin ada beberapa oknum yang selalu sesumbar kalau Bill Gate itu sebenarnya cuma jago di bidang manajemen saja tapi lemah dalam pemrograman. Mereka menganggap kalau apa yang sudah diperoleh oleh Bill Gate sebenarnya hanya karena ia pandai dalam merekrut dan mengatur orang-orang hebat - yang nantinya bisa ia suruh-suruh untuk coding semaunya. Well, kalau seandainya Bill memang tipikal manusia seperti itu, saya rasa Microsoft tidak akan bisa sampai sejauh ini.

Lagipula, kalau memang Bill cuma jago manajemen, lalu apa sebenarnya yang dilakukannya selama belasan tahun dengan komputer. Main tetris? Hihihihihi ...
Wim Permana, S. Kom.


Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-pesan-peringatan-hak-cipta.html#ixzz1iGyhTDSY

Monday, October 24, 2011

Apakah Cita-Citamu ?


CITA-CITALIBURAN SEKOLAH. Bagi yang sudah lulus sekolahnya, sekarang mulai memikirkan  mau melanjutkan kemana. Mau kuliah ? kerja masuk pesantren ? atau masuk militer? Masing-masing pilihan merupakan sarana untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.
Setiap manusia pasti memiliki cita-cita. Bila tidak, tentu dia tidak memiliki semangat hidup. Waktu kecil, ketika kita ditanyai “Mau jadi apa?” Kebanyakan dari kita biasanya menjawab, “Mau jadi tentara, mau jadi dokter, mau jadi presiden, dll” . Dalam perkembangannya, karena pengaruh pengetahuan yang semakin berkembang, cita-cita pun berubah. Anak kecil mungkin akan berubah-ubah jawabannya ketika ditanya apa cita-citanya. Beda dengan orang dewasa yang jawabannya mantap tak berubah. Kok bisa? Ya, karena cita-cita merupakan gabungan dari kemampuan dan pandangan hidup seseorang.
Anak kecil, yang kemampuannya masih berkembang dengan cepat, tentu saja cita-citanya berkembang sesuai kemampuannya. Beda dengan orang dewasa, yang sudah mulai bisa mengukur bakat dan kemampuannya, sehingga benar-benar mengerti apa yang ingin dan bisa ia capai.
Namun, kita juga sering menemui orang yang sudah cukup berumur, namun hidupnya luntang-lantung tidak jelas. Kalau ditanya mau jadi apa, jawabannya, “pingin jadi orang kaya”. Sungguh jawaban yang menggelikan, ingin menjadi orang kaya tetapi tidak berusaha bekerja dengan baik. Dari sini kita bisa melihat bahwa tidak semua orang yang memiliki cita-cita bisa menggapainya. Tergantung dari usaha yang dilakukannya (tentunya setelah melalui ketetapan  Allah).
Cita-Cita Seorang Muslim
Lalu apakah cita-cita seorang muslim? Dan bagaimana usaha untuk menggapainya? Allah  berfirman :
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” [QS. Ali Imran : 102]
Saudaraku…
Kita semua bukanlah hamba uang, bukan hamba ketenaran, bukan pula hamba nafsu kita sendiri. Kita semua adalah hamba Allah . Konsekuensi kita sebagai hamba (budak) adalah kita wajib melaksanakan apa-apa yang diperintahkan dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh pemilik kita, yaitu Allah.  Dan cita-cita tertinggi bagi seorang hamba Allah adalah ia bertemu Allah dalam keadaan muslim, kemudian ia memperoleh rahmat-Nya untuk masuk ke surga-Nya.
Jika begitu, sudah semestinya seorang muslim menjadikan cita-citanya di dunia sebagai sarana untuk mencapai cita-cita tertinggi di akhirat. Misalnya kamu ingin menjadi ahli pemrograman komputer. Maka niatkanlah belajar komputer bukan hanya untuk bekerja mendapatkan uang, namun juga sebagai sarana untuk meningkatkan produktifitas dan memudahkan kaum muslimin dalam bekerja. Dan juga -semoga Allah  memudahkanmu- berusahalah agar kemampuanmu itu bisa digunakan untuk berdakwah (misal dengan membuat website dakwah, program penghitungan zakat, dll). Niatkanlah semua perbuatan yang kita lakukan sebagai ibadah kepada Allah . Rasulullah  `mengajarkan,

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. [HR. Bukhori dan Muslim dari shahabat Umar bin Khaththab ]
Tidak Cukup Hanya Belajar Ilmu Dunia
Namun, untuk menggapai cita-cita akhirat, tidak cukup hanya dengan belajar ilmu dunia. Kita juga harus belajar ilmu agama secara sungguh-sungguh. Kita harus mempelajari Apa sih tauhid itu? Apa syirik itu? Lalu bagaimana dengan cara-cara ibadah rutin harian kita? Itu tidak boleh kita tinggalkan. Silahkan kamu belajar komputer, namun kewajiban belajar ilmu agama tidak boleh ditinggalkan.
Kamu mungkin berpikir, “Wah, ngapain serius belajar agama. Saya nggak mau jadi ustadz kok, saya  mau jadi programmer !”
Saudaraku….belajar agama bukan hanya untuk mereka yang akan menjadi ustadz. Kita belajar agama karena kita membutuhkannya setiap hari, bahkan setiap detik. Sebagai contoh cara kita shalat. Apakah shalat kita sudah benar? Sudah sesuai tuntunan Rasulullah ? Sudahkah kita mengerti bacaan shalat kita? Jangan sampai kita membaca sholat hanya was-wes-wos, asal baca namun tidak tahu artinya. Bagaimana sholat bisa mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar, jika kita tidak tahu artinya?
Itu tadi baru contoh kecil, bagaimana kita benar-benar membutuhkan ilmu agama dalam setiap tarikan napas kita. Karena setiap tujuan pasti membutuhkan jalan. Jalan untuk menjadi ahli komputer dengan belajar komputer. Jalan untuk menjadi dokter, tentu dengan belajar ilmu kedokteran. Jalan untuk masuk surga tentu saja dengan belajar agama.
Kita Pasti Akan Mati
Kalau kita hidup selamanya di dunia, kita bisa saja hanya belajar ilmu dunia. Tapi itu mustahil, karena setiap manusia pasti akan mati. Sehingga, hanya bercita-cita menjadi dokter, insinyur, atau yang lainnya tentu bukanlah pilihan yang bijak. Berusahalah untuk selalu bersungguh-sungguh dalam belajar, baik dalam belajar ilmu dunia, maupun ilmu akhirat. Apabila engkau merasa bosan dalam belajar, maka ingatlah kembali  tujuanmu dalam belajar, ”Apa cita-cita kita di dunia dan di  akhirat ?”
Semoga Allah  memudahkan kita untuk mencapai cita-cita kita.
“Bersungguh-sungguhlah mengupayakan apa-apa yang bermanfaat untukmu, memohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu merasa lemah” [ H.R. Muslim dari shahabat Abu Hurairah ]
Wallahu a’lam bish shawab. (Ristyandani)

Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-pesan-peringatan-hak-cipta.html#ixzz1iGyhTDSY

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More