Sumber: http://yudatfort814.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-pesan-peringatan-hak-cipta.html#ixzz1iGyhTDSY
| div id='fb-root'/> Tweet Follow @abdulsalman |
“Yang namanya kaya (ghina’) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina’ adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada dan ikutkanlah kejelekan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya dan berakhlaqlah dengan sesama dengan akhlaq yang baik.”(HR Tirmidzi 1987)
“Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.”(HR Muslim 2699)
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imron: 133)
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An Nahl: 97)
Benarlah kata orang, waktu laksana pedang. Jika kita tidak mampu memanfaatkannnya, waktu sendiri yang akan menebas kita. Semangatlah dalam memanfaatkan waktu luang Anda dalam kebaikan, bukan dalam maksiat. Karena jika kita tidak disibukkan dalam kebaikan, tentu kita akan beralih pada hal-hal yang sia-sia yang tidak ada manfaat.
Jam
|
Aktifitas
|
04.00 WIB
|
Bangun pagi
|
04.00 – 06.30 WIB
|
Kegiatan pra-shalat Shubuh, shalat Shubuh, dan persiapan berangkat ke bekerja/kantor.
|
06.30 – 08.00 WIB
|
Berangkat ke bekerja/kantor, perjalanan, sampai di kantor.
Jika kita berangkat ke kantor naik angkutan umum (bus atau kereta api), kita bisa manfaatkan waktu untuk :
a. Membaca buku-buku agama; atau
b. Tidur (untuk menjaga kondisi badan).
|
08.00 – 12.00 WIB
|
Bekerja.
|
12.00 – 13.00 WIB
|
ISHOMA (istirahat, shalat, dan makan siang).
Kita manfaatkan waktu ± 15 menit untuk membaca sehalaman dua halaman mushhaf seusai shalat Dhuhur. Jika ada fasilitas internet di tempat kita bekerja, sambil makan siang di depan computer kerja[1], kita bisa membuka dan membaca situs-situs Islam yang bermanfaat. Aktifitas ini tentu tidak bisa kita lakukan jika kita biasa makan di kantin atau semisalnya.
|
13.00 – 17.00 WIB
|
Bekerja
|
17.00 – 19.00 WIB
|
Selesai bekerja, dan dalam perjalanan pulang.
Jika kita pulang dari kantor naik angkutan umum (bus atau kereta api), kita bisa manfaatkan waktu untuk :
a. Membaca buku-buku agama; atau
b. Tidur (untuk menjaga kondisi badan).
|
19.00 – 20.00 WIB
|
Sampai di rumah, istirahat, shalat (‘Isyaa’), dan makan malam.
|
20.00 – 22.00 WIB
|
Berkomunikasi dengan keluarga, termasuk mendampingi anak-anak belajar.
|
22.00 – 24.00 WIB
|
Belajar agama.
Kita bisa manfaatkan waktu ini dengan membuka dan membaca buku-buku agama, serta mencatat faedah-faedah penting di buku tulis atau komputer. Waktu inilah yang – menurut saya – paling efektif harus dimanfaatkan, karena anak-anak telah tidur. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dalam waktu dua jam ini.
|
24.00 – 04.00 WIB
|
Istirahat (tidur).
|
Jam
|
Aktifitas
|
04.00 WIB
|
Bangun pagi
|
04.00 – 06.00 WIB
|
Kegiatan pra-shalat Shubuh, shalat Shubuh, dan kegiatan pasca-Shubuh.
Kegiatan pasca-Shubuh bisa kita isi dengan dzikir (termasuk baca Al-Qur’an) dan mengikuti ta’lim di masjid (jika ada).
|
06.00 – 08.00 WIB
|
Membantu istri menyelesaikan pekerjaan rumahnya (menyapu, mengepel, belanja ke pasar, masak, mandiin anak-anak (kalau masih kecil/balita), dan yang lainnya.
Berbahagialah ikhwan yang dapat menggaji pembantu rumah tangga, sehingga mempunyai waktu luang lebih banyak.
|
08.00 – 09.00 WIB
|
Berkomunikasi dan bersantai dengan keluarga.
|
09.00 – 13.00 WIB
|
Berangkat mengikuti ta’lim.
Di Jabodetabek, pada rentang waktu ini biasanya banyak diadakan ta’lim yang disampaikan para ustadz kita. Usahakan dengan sangat untuk menghadiri ta'lim selagi kita bisa hadir.
|
13.00 – 15.00 WIB
|
Pulang ta’lim, makan siang, dan istirahat.
|
15.00 – 16.30 WIB
|
Shalat ‘Asar dan membantu pekerjaan istri di rumah.
|
16.30 – 17.30 WIB
|
Acara bebas, yang bisa kita manfaatkan untuk ziarah ke tetangga atau kolega. Bisa juga kita manfaatkan untuk kepentingan keluarga.
|
17.30 – 18.00 WIB
|
Persiapan shalat Maghrib. Bisa kita manfaatkan untuk mengulang catatan dan membaca buku-buku bermanfaat. Kita bisa ajak keluarga untuk turut serta.
|
18.00 – 20.00 WIB
|
· Shalat maghrib.
· Kegiatan pasca Maghrib : membaca Al-Qur’an, ikut ta’lim di masjid (kalau ada), atau mengadakan ta’lim keluarga.
· Shalat ‘Isyaa’.
· Makan malam.
|
20.00 – 21.00 WIB
|
Berkomunikasi dengan keluarga, termasuk mendampingi anak-anak belajar.
|
21.00 – 24.00 WIB
|
Belajar (sebagaimana disebutkan sebelumnya).
Catatan : Khusus hari libur, kita bisa memulai waktu belajar malam lebih cepat dari biasanya.[3]
|
24.00 – 04.00 WIB
|
Istirahat (tidur).
|